
Cache (atau disk buffer) adalah komponen kecil tapi krusial dalam hard disk dan SSD. Fungsinya mirip “meja kerja” yang menyimpan data sementara untuk mempercepat proses baca/tulis.
1. Apa Itu Cache pada Hard Disk?
- Definisi: Memori berkecepatan tinggi (biasanya DRAM atau SLC NAND) yang menyimpan data yang sering diakses.
- Kapasitas: Mulai dari 16MB (HDD entry-level) hingga 2GB (SSD high-end).
- Contoh:
- HDD Seagate BarraCuda: 256MB cache
- SSD Samsung 870 EVO: 512MB–4GB cache
2. Cara Kerja Cache
- Tahap Penyimpanan:
- Saat Anda membuka file, cache menyimpan salinannya.
- Contoh: Game GTA V akan load lebih cepat setelah dibuka pertama kali karena tekstur disimpan di cache.
- Tahap Penulisan:
- Data dari sistem ditulis ke cache dahulu sebelum dipindahkan ke disk (teknik write-back caching).
3. Cache HDD vs SSD
Aspek | HDD | SSD |
---|---|---|
Tipe Cache | DRAM | DRAM/SLC NAND |
Pengaruh | Kurang signifikan | Vital untuk kecepatan |
Contoh | WD Blue 1TB (64MB cache) | Crucial MX500 (512MB) |
Catatan:
- SSD lebih bergantung pada cache karena kecepatan baca/tulisnya yang tinggi.
- HDD dengan cache besar (128MB+) membantu mengurangi latency.
4. Berapa Besar Cache yang Dibutuhkan?
- Untuk OS & Aplikasi: Minimal 64MB (HDD) atau 256MB (SSD).
- Gaming/Editing: SSD dengan 512MB–1GB cache.
- Server/Workstation: SSD NVMe dengan 2GB+ cache.
5. Mitos Seputar Cache
- “Cache besar = kecepatan maksimal”: Tidak selalu benar. Performa juga ditentukan oleh antarmuka (SATA/NVMe) dan tipe NAND.
- “Cache bisa di-upgrade”: Salah. Cache terintegrasi dengan controller disk.
FAQ
Q: Apakah cache sama dengan RAM?
A: Tidak. Cache hanya untuk penyimpanan sementara disk, sedangkan RAM untuk sistem.
Q: Bagaimana jika cache penuh?
A: Data lama akan dihapus otomatis (algoritma LRU/MRU).